Tampilkan postingan dengan label sidik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sidik. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Juli 2013 0 komentar

Hijaukan Ibadah

Ruang ligkup ibadah sangatlah luas. Mulai dari ibadahnya seorang hamba dengan Sang Pencipta, hubungan ibadah antara sesama manusia dan ibadah antara manusia dengan lingkungan. Secara keseluruhan ibadah ini untuk menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi sebagai mana mestinya.
Tiga sub besar dari ibadah tersebut harus berjalan secara berkesinambungan dengan tujuan akhir mendapatkan keridhoan dari Sang Maha Pencipta. Akan tetapi, pada umumnya manusia masih pincang dalam menjalankan ibadah yang seharusnya dilakukan oleh seorang hamba. Ibadah kepada lingkungan adalah hal yang paling sering ditinggalkan. Dampak dari kelalaian ini sudah sudah kita rasakan dari jauh-jauh hari. Berbagai bencana alam yang melanda tidak ubanya adalah dari campur tangan manusia. Oleh karenanya sebagai manusia sudah semestinya untuk menjalankan ibadah kepada lingkungan.
Gerakan 100 ribu selamatkan sawah rakyat program dari Sinergi Fondation-Dompet Dhuafa Jawa Barat, merupakan salah satu contoh dari ibadah kepada lingkungan. Program ini ditujukan untuk menyelamatkan lahan-lahan sawah produktif dari alif fungsi lahan dan untuk menciptakan lumbung desa sehingga kedaulatan pangan Indonesia dapat terselamatkan.
Lahan sawah yang produktif untuk pertanian terutama di Jawa Barat berangsur-angsur mulai menipis. Jawa Barat yang memiliki tingkat kesuburan tanah cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain sekarang mulai ramai-ramai ditimbun untuk ditumbuhi beto-beton pemukiman, jalan dan bangunan lainnya. Investasi yang mahal yang dibangun system pengairan/drainase, system pertanian, system peternakan pada masa penjajahan Belanda sampai pemerintahan Soeharto seakan tidak ada artinya. Sebaliknya pemerintah harus kembali berinvestasi yang mahal untuk menyuburkan lahan-lahan miskin unsur hara untuk dijadikan lahan pertanian baru. Dengan gerakan 100 ribu selamatkan sawah rakyat ini, diharapkan dapat mengurangi laju konversi lahan yang tinggi.
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berbanding lurus dengan laju konsumsi kebutuhan pokok. Pada masa Nabi Yusuf kita sudah diajarkan bagaimana mengelola alam untuk memenuhi kebutuhan penduduk pada masa itu yang akan dilanda musim peceklik selama tujuh tahun. Seharusnya sejarah ini dapat menjadi cermin agar kita mampu menempatkan alam sebagaimana mestinya.
Jika manusia tidak cermat dalam mengelola alam maka akan terjadi kerusakan dimana-mana. Alam akan menjadi tidak seimbang lagi karena ada rantai kehidupan yang terputus. Bencana yang datang silih berganti seharusnya menjadi pukulan telak bagi manusia untuk kembali memperhatikan alam.
Kerusakan yang tampak tidak hanya terjadi di lahan sawah saja tetapi juga di dataran tinggi dan di hutan. Pegunungan yang mulai gundul merupakan ancaman terhadap berbagai bencana yang akan menimpa, mulai dari tanah longsor, banjir, dan kekeringan. Oleh karenanya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) melalui anak perusahaannya yaitu BUMN Hijau Lestari (Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari) melakukan penghijauan dilahan milik masyarakat. Konsep yang dijalankan adalah Agroforestri yaitu bertani di hutan dengan konsep 5 F yaitu Food (makanan), Fuel (energy). Food (pakan ternak), Fertilizer (pupuk) dan Farmasi (tanaman obat). Konsep ini cukup terintegrasi mulai dari lemabaga keuangannya, sumber daya alamnya, sumber daya manusianya dan pasarnya.
Dalam Alqur’an surat As-Syuro ayat 128-129 : “Apakah kamu mendirikan pad tiap-tipa bukit bangunan untuk bermain-main. Dan kamu membuat bangunan dengan maksud kalian akan kekal”. Prof. Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa Alqur’an telah mengingatkan agar tidak merusak lingkungan. Ia memisalkan dengan larangan mendirikan bangunan di atas bukit dan gunung karena dapat mengurangi daerah resapan air dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan rusaknya sumber air.
Islam telah mengajarkan untuk mencintai lingkungan. Dalam setiap kehidupan manusia tidak akan terlepas dari peran penting lingkungan. Karenanya menjaga lingkungan menjadi wajib hukumya bagi setiap muslim yang ada. Dalam Hadist Rosululloh bersabda : seandainya kiamat tiba dan pada tangan seseorang daripada kamu ada sebatang anak kurma, maka hendaklah ia tanpa berlengah-lengah lagi menanamnya’ (Hadist Riwayat Ahmad). Maka mulai dari sekarang, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri kita hijaukan alam, hijaukan alama semesta, tumbuh suburkan ibadah kita kepedaNya.
Selasa, 09 April 2013 0 komentar

Punahnya Kaum Adam

Kaum laki-laki atau yang lebih akrab disebut dengan kaum adam ini mempunyai keunikan tersendiri dibanding dengan kaum hawa atau kaum wanita. Keunikannya adalah bahwa kaum adam ini nantinya akan mengalami kepunahan atau paling tidak jumlah dari kaum adam ini akan semakin sedikit. Hal ini bukan dikarenakan kaum adam lebih suka dalam zona bahaya yang biasa kita sering dengar lebih banyak yang mengikuti perlombaan peperangan sehingga banyak dari kaum adam yang terbunuh melainkan ditinjau dari segi molekuler yang dimiliki kaum adam.

Provesor Jenny Graves, ilmuan terkemuka asal Australia ini mengungkapkan laki-laki akan punah dalam kurun waktu lima juta tahun mendatang dan proses menuju kepunahan ini sekarang telah berlangsung. Ilmuan ini menjelaskan penyebabnya adalah kromosom yang dimiliki oleh laki-laki.

Bagi yang berkecimpung di dunia molekuler, kedokteran dan sejenisnya pernyataan pak Graves ini patut dicermati lebih dalam lagi. Pak Graves menjelaskan, perempuan itu mempunyai sepasang kromosom X yang masing-masing mengandung 1.000 gen sedangkan pada laki-laki hanya mengandalkan satu kromosom Y dengan 1.000 gen. selama ratusan juta tahun, gen-gen tersebut mengalami penyusutan dan sekarang pada laki-laki modern yang tersisa kurang dari 100 gen, salah satunya adalah gen SRY yang katanya gen ini dapat menentukan apakah embrio dapat berkelamin laki-laki atau perempuan. Penyebabnya adalah jika terjadi kerusakan pada kromosom Y maka kromosom Y ini tidak dapat memperbaiki dirinya sebaliknya jika pada kromosom X kromosm ini dapat memperbaiki dirinya jika mengalami kerusakan walhasil dapat diperhitungkan jumlah kromosm X yang kemungkinan bertahan jauh lebih besar daripada kromosom Y. Artinya adalah wanita dalam soal kromosom jauh lebih jago daripada laki-laki sehingga nantinya jumlah mereka jauh lebih banyak daripada laki-laki.

Bagi kaum adam jangan takut dulu, kata pak prof. Robin Lowell-Bandge, pakar kromosom dari National Institute for Medical Research, london, Inggris. Kepunahan kaum laki-laki ini masih lama ko. Kromosom Y akan benar-benar kehilangan gen-gen di dalamnya paling tidak dalam jangka waktu 25 juta tahun mendatang, jadi masih banyak waktu untuk para ilmuan untuk mencari solusi akan masalah ini.  Untuk tahun sekarang perbandingan antara laki-laki dan perempuan masih relatif aman. Perbandingan laki-laki dan perempuan masih tidak terlalu jauh. Lihat saja disini http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=area&info1=7&asc=DESC



Dan ternyata jauh sebelum berkembangnya ilmu tentang molekuler yang membedah segala hal tentang kromosom, di agama islam telah menuliskan fenomena ini jauh-jauh hari.  Hal ini disinggung pada sebuah hadist yang menjelaskan akan tanda-tanda akhir zaman.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda :

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ اْلعِلْمُ وَيَظْهَرَ الجَهْلُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَتَكْثرَ النِّسَاءُ وَيَقلَّ الرِّجَالُ حَتَّى يَكُونُ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً القَيِّمُ اْلوَاحِدُ


“Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah sedikitnya ilmu (tentang Ad-Dien), merajalelanya kebodohan dan perzinahan, dan sedikitnya kaum laki-laki, sehingga lima puluh orang wanita hanya terdapat satu orang pengurus (laki-laki) saja” [HR. Al-Bukhari no. 81 – tartib maktabah sahab, Muslim no. 2671, dan At-Tirmidzi no. 2205].

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata :


والظاهر أنها علامة محضة لا لسبب آخر بل يقدر الله في آخر الزمان أن يقل من يولد من الذكور ويكثر من يولد من الإناث وكون كثرة النساء من العلامات مناسبة لظهور الجهل ورفع العلم

“Menurut dhahirnya, hal ini merupakan pertanda semata-mata, bukan karena sebab lain. Bahkan Allah mentaqdirkan bahwa akhir jaman nanti sedikit sekali orang yang melahirkan anak laki-laki dan banyak melahirkan anak perempuan. Dan banyaknya kaum wanita yang merupakan salah satu pertanda telah datangnya hari kiamat itu sangat relevan dengan merajalelanya kebodohan dan dihilangkannya ilmu (tentang Ad-Dien)” [lihat Fathul-Bari oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar 1/179 – penjelasan hadits no. 81].


karena itulah kaum muslimin tidak merasa kaget dan terheran-heran lagi jika pada suatu saat nanti jumlah laki-laki akan lebih sedikit dari pada wanita. Apakah ini hanya kebetulan saja. 
manusia yang mengenal dirinya pasti akan mengenal Tuhannya.
Minggu, 07 April 2013 0 komentar

10 Wasiat (1)

Untuk kali ini kita akan sedikit mengulas lagi beberapa pesan-pesan yang patut kita cermati dan kaji lebih dalan dari 10 pesan yang disampaikan untuk mencapai sebuah peradaban besar. Merebut kembali kejaan islam yang kian pudar, kembali dirangkai dan mulai membingkai agar tidak kembali tercerai berai.
Disini kita akan membahas 3 wasiat atau pesan terlebih dahulu. Tiga wasiat ini saya tulis hanya dalam satu garis.
  1. Tujuan
Tujuan disini menjadi hal yang paling penting dan krusial. Tujuan yang melenceng akan memecah belah sebuah organisasi atau gerakan. Tujuan disini yang lebih ditekankan adalah tujuan hanya mengharap ridho Allah SWT. Jika tujuan ini sudah terpatri dalam diri maka tidak akan ada kecemburuan mengenai pangkat, harta, maupun hal-hal yang menyangkut tentang kekayaan semata. Tujuan yang lurus ini akan membawa pada kemenangan hakiki. Akan banyak ujian yang datang ketika segala sesuatunya ditujukan untuk mendapat ridho Allah SWT. Banyak dari kita yang berkecimpung dijalan ini akan berguguran satu persatu. Bukan gugur karena sudah habis nafas sehingga tak mampu bergerak melainkan gugur karena niat sudah kabur dan luntur lantaran tergiur dengan kenikmatan dunia yang sangat menghibur.

  1. Harta dan nyawa
Pengorbanan terbesar dan terberat umat manusia adalah keika dihadapkan pada pilihan harta dan nyawa. Bergabung dan memperjuangkan sesuatu yang benar maka lawannya pun akan seimbang. Beberapa pelajaran dari perjuangan para sahabat dahulu menjadikan cermin pada diri kita sudah sejauh mana cobaan yang menimpa pada diri kita. Bilal bin Rabbah seorang budak telah mempertaruhkan jiwanya hanya karena meyakini bahwa tuhan itu satu sampai tuannya saja sudah tak tau lagi harus memberi siksaan apalagi terhadapnya untuk merubah pendiriannya. Selain itu juga ketika para sahabat diminta untuk berhijrah ke madinah, para sahabat inipun meninggalkan semua harta bendanya tak dibawa sedikitpun. Mereka semua yakin bahwa yang diperjuangkan atas kebenaran akan membawa kemaslahatan bagi umat. Maka harta dan nyawa menjadi taruhan yang krusial dan akan banyak sekali orang-orang yang berguguran karena masih lemahnya keyakinan yang ia miliki.

  1. Pengorbanan dan kesetiaan
Pengorbanan dan kesetiaan cerminan dari loyalitas dengan derajat yang tinggi. Jika ini sudah ada pada diri setiap jundi  maka akan terlahir sebuah narasi yang serasi dengan jalan ilahi. Seseorang yang mau berkorban sejatinya orang tersebut sudah benar-benar jatuh cinta dan mengetahui seluk beluk dari apa yang dicintainya. Kesetiaan yang menjadi selai setiap pergerakan akan mengarah pada ketercapaian tujuan ilahiah yang tak pernah berubah. Dua sejoli pengorbanan dan kesetiaan ini akan sangat terpatri dalam iringan ujian yang datang silih berganti.
0 komentar

Kepemimpinan Dalam Islam




Negara yang mulai kering akan pemimpin yang berkarakter membawa sebuah bangsa dalam ambang kehancuran. Sandangan kekuasaan melalaikan para pemimpin sehingga mudah tertidur malihat rakyat yang sekarat. Rongrongan bangsa lain menggerogoti pondasi negeri tak kuat lagi untuk dibasmi. Kelumrahan dalam korupsi, kewajaran dalam kecurangan dan keanehan berbuat kebenaran menjadi santapan di bumi pertiwi.
Degradasi moral merajalela tanpa kendali. Praktek-praktek korupsi telah terpatri tanpa disadari. Tindak criminal jadi tontonan sehari-hari. Dari jual beli orang sampai aborsi. Kong kalikong hukum dari petani sampai politisi. Halal haram sudah tak tau lagi. Mau dibawa kemana bangsa ini.
Tidakkah kita belajar dari penjajah dahulu yang hancur karena praktek haram ini. Apakah bangsa ini masih menutup mata. Masih dininabobokan dengan lagu memuji kekayaan bangsa sendiri. Apakah bangsa ini hanya bangun pada tahun 1945 saja. Apakah kita benar-benar masih tertidur pulas, sampai kita merasa malas dan tak mau membersihkan kutu-kutu yang makin beribu jumlahnya.
Bangsa ini sudah miskin. Kekayan alam sudah tak ada lagi. Kekayaan dilelang kesana kemari. Anak negeri tak ada yang menikmati. Budi pekerti bangsa ini sudah tak tau kemana dia pergi. Belum ada sosok pemimpin yang membawa bangsa ini keluar dari keruwetan yang terjadi. Pemimpin yang membangunkan bangsanya sendiri.
Bangsa ini dapat belajar dari kepemimpinan yang dicontohkan para Rosul dan sahabat. Bagaimana mereka mengelola suatu Negara sehingga dapat makmur sentosa. Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kesederhana berperilaku bagi pemimpin, keadilan membagikan ghanimah dan zuhudnya terhadap pernak pernik dunia. Nabi Muhammad SAW yang mempunyai kekuasaan yang sangat luaspun tidak mau merubah rumahnya yang sederhana. Bahkan alas tidur Beliaupun hanya dengan tikar kasar sehingga berbekas pada bagian tubuh. Pemimpin yang sangat sederhana, bijak, adil dan sangat dicintai para pengikutnya. Kepemimpinan yang dicontohkan Rosullullah sangatlah lengkap dan tak akan habis-habisnya untuk mengulas kepemimpinannya.
Abu Bakar Assidiq khalifah pertama setelah wafatnya Rosullullah telah mengajarkan arti pemimpin. Pemimpin umat muslim pada masa kekhalifahan ini memberikan contoh pelayanan kepada masyarakat. Khalifah Abu Bakar selalu memberikan pelayanan istimewa kepada masyarakat yang tinggal di lorong-lorong dan tempat-tempat kumuh. Setiap hari mengunjungi, mengolah dan memasakan makanan bagi anak-anak yatim dan para janda. Abu Bakar juga mencontohkan Keadilan dan ketegasan dalam memberantas orang-orang yang murtad dan meninggalkan zakat. Kedekatan Abu Bakar kepada masyarakat membuat masyarakat sangat mencintainya.
Umar bin Khattab khalifah kedua ini mengajarkan para pemimpin untuk selalu mementingkan urusan masyarakat. Khalifah yang sederhana dalam berpakaian dan makanan. Makanan belian hanya roti kasar dengan minyak dan daging yang kering. Pakaian yang digunakan beliaupun banyak tambal sulamnya. Umar bin Khattab bisa tidur dimana saja bahkan dibawah pohon kurma sekalipun. Pemimpin kaum muslimin ini selalu blusukan kesudut-sudut kota dan penjuru negeri. Khalifah Umar bin Khattab sangat disegani baik kawan maupun lawan.
Contoh kepemimpinan muslim selanjutnya adalah Utsman bin Affan. Kepemimpinannya mengajarkan kedermawanan. Kekayaan yang dimiliki tidak membuatnya terlena bahkan menjadi mulia di mata Allah SWT. Ketangkasan, kecerdasan dan kepiawayannya menjadi pendobrak islam sampai tiga benua yaitu Asia, Eropa dan Afrika.
Pada kekhalifahan Ali bin Abi Tholib mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi tempat masyarakat meminta pendapat dan memecahkan masalah. Khalifah Ali bin Abi Tholib adalah gerbang ilmu bagi umat islam. Kepemimpinan yang cerdas, adil, tegas, biijak dan arif ini menjadi hal yang menonjol pada kekhalifahannya.
Para pemimpin setidaknya menjadikan contoh pemimpin-pemimpin islam legendaris tersebut dalam segala tindak lakunya. Berusaha selalu bijak dalam segala langkah yang diambil. Sederhana baik dalam segala hal dan mau menjadi pelayan masyarakat. Tidak terlena dengan pernak-pernik dunaiwi. Selalu mementingkan urusan-urusan masyarakat.
Negeri yang krisis pemimpin ini tidak akan bertahan lama lagi. Contoh para pemimpin legendaris ini menjadi tuntunan bagi para pemimpin yang baru. Negeri ini akan bangkit dengan pemimpin-pemimpin yang dekat dengan karakter yang telah dicontohkan Rosul dan para sahabatnya. Cepat atau lambat negeri ini akan bangun dan mengejar segala ketertinggalan. Merapihkan segala sesuatu yang tercerai berai dan menghimpunnya menjadi sebuah kekuatan jamaah dalam maraih ridho-Nya.
Sabtu, 06 April 2013 0 komentar

Hadist Arbain ke-7

HADITS KETUJUH

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ .
[رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Agama adalah nasehat, kami berkata : Kepada siapa ?  beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
semoga ikhtiar ini untuk memehami islam secarara kaffah dengan menyicil menghafal hadist membawa hawa sejuk dalam sanubari ini. sedikit tak ada yang sia-sia jika kita berjibaku dan berlelah-lelah dalam kebaikan. cinta ini yang menuntun sanubari dalam lingkar kecil yang paling kurindu. semoga kelak kita dipertemukan kembali dalam lingkar yang lebih besar bersama sang Rosul yang sama-sama kita cintai.
0 komentar

Inspirasi Hafidz Belia



Kala mengkaji disetiap kaliamat bahkan huruf, Al-Qur’an luar biasa indah. Susunan kalimah yang mempesona membuat hati ingin selalu dekat dengan-Nya. Kitab yang tak pernah ada revisi sedikitpun sejak pertama kali dibukukan. Kalam Allah ini memang benar-benar terjaga seperti janji-Nya. Setiap huruf yang merangkai kalimah menyimpan banyak petunjuk bagi orang-orang yang mengkajinya. Membancanya saja dapat menenangkan hati yang gundah apalagi menerapkan petunjuk yang ada di dalamnya.
Kitab Al-qur’an menjadi petunjuk bagi umat manusia. Susunan kalimah yang indah membuat banyak muslim berbondong-bondong menghafalnya. Keindahan Al-Quran ini menarik bocah-bocah luar biasa menjadi hafidz-hafidz belia. Abdurrahman Alfarisi menjadi hafidz belia ketika menginjak umur 3 tahun, Tabarok menjadi hafidz pada umur 4,5 tahun dan Mahmud Ahmad Salamah menjadi hafidz ketika masuk kelas 3 SD. Anak-anak yang luar biasa ini telah menginspirasi ribuan bahkan jutaan kaum muslimin di segala penjuru negeri.
Banyak factor yang menyebabkan anak-anak tersebut mamapu menghafal Al-Qur’an dalam usia yang sangat belia. Factor yang paling berpengaruh adalah lingkungan terdekatnya yaitu rumah. Keluarga yang dekat dan cinta kepada Al-Quran menumbuhkan pengaruh yang besar terhadap sang buah hati. Seperti halnya orang tua Abdurrahman Alfarisi setiap hari selalu membaca Al-Quran. Setelah Alfarisi lahirpun kebiasaan orang tuanya mambaca Alquran tidak pernah lepas. Setiap pagi dan petang orang tua Alfarisi selalu berdzikir almatsurat. Kebiasaan orang tua Alfarisi ini menarik minat Alfarisi kecil. Sebelum mamapu berbicarapun Alfarisi kecil sudah hobi mendengarkan tilawah baik dari oaring tuanya maupun dari media. Ketika Alfarisi kecil mulai beranjak bicara, lidahnya sudah tidak kaku lagi menirukan tilawah ang didengarnya bahkan sudah fasih.
Tak ubahnya orang tua dari Abdurrahman Alfarisi, kedua orang tua dari Tabarok ini semenjak awal penikahan sepakat untuk menjadi hafidz. Usaha kedua orang tua Tabarok menjadi hafidz membawa tabarok menjadi hafidz pula. Ketika dlam kandungan, ibu Tabarok mulai terbiasa dengan tilawah dan mengahafal Al-quran. Tekad kuat dari kedua orang tua untuk menjadi hafidz membawa tabarok mampu menghafal Al-Qur’an dengan fasih pada usianya baru menginjak 4,5 tahun. Kebiasaan mulia ini menyebar kepada adik-adik Tabarok, bahkan Tabarok kecil ini yang mengajarkan adiknya untuk menghafal Al-Quran. Oang tua Tabarok selalu memberikan dukungan dan memberikan penghargaan atau hadiah kepada tabarok ketika target hafalan Tabarok tercapai.
Mahmud Ahmad Salamah pun menjadi hafidz belia tak lepas dari pengaruh kedua orang tuanya. Sang ayah telah mengahjarkan Mahmud untuk selalu dekat dan mencintai Al-quran. Semenjak ayah Mahmud syahid dalam perang palestian Mahmud kecil menjadi lebih bersemangat dalam menghafal Al-quran. Kemauan yang keras, kegigigahan, kecerdasan yang luarbiasa, dan dengan bimbingan ibunya dan seorang guru mampu menghantarkan Mahmud menjadi Hafidz muda ketika menginjak kelas 3 SD.
Pengaruh orang tua dalam mendidik anak sangat luar biasa besar. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang tua akan membawa pengaruh besar tehadap anak. Kebiasaan yang positif ini akan melahirkan generasi-generasi yang cinta kepada Al-Qur’an. Contoh diatas menjadi gambaran kepada kita bagaimana cara memberikan contoh yang baik bagi sang buah hati.
Namun kebanyakan dari anak-anak pada masa kini lebih cenderung jauh kepada Al-qur’an. Pesatnya pengaruh teknologi membuat banyak anak-anak lebih menyukai game daripada Al-quran. Pemanfaatan teknologi yang kurang tepat akan membawa pengaruh buruk bagi generasi penerus ini. Hal ini diperparah dengan mulai memudarnya generasi-generasi keluarga yang dekat dengan Al-qur’an.
Orang tua adalah gerbang pertama sang anak belajar. Meneladani kebiasaan orang tuanya mulai dari awal kehamilan bahkan sampai anak mulai berajak berlari sekalipun. Contoh yang ditampakkan kepada anak akan membawa pengaruh besar bagi anak. Salah memberikan contoh akan menjerumuskan akan pada kemaksiatan. 
Kini orang tua harus pandai dalam mendidik anak. Kisah inspiratif para hafidz belia ini setidaknya akan kembali menumbuhkan rasa kecintaan kepada Al-qur’an dengan mengajak para penerusnya untuk kembali mencintainya. Anak adalah generasi penerus dan menumbuhkan kebiasaan positif dengan mencintai Al-Qur’an adalah investasi terbesar dalam hidup. Generasi cinta Al-Quran akan membawa kemaslahatan.
 
;