Tampilkan postingan dengan label 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 12. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Mei 2013 0 komentar

Tuhan Masih Sayang

Bukti Tuhan masih sayang.
Kita dibangkitkan dalam kelam.
Tersadar  dilamunan.
Segera terjaga  dikeheningan.

Bukti Tuhan masih sayang.
Sentuh kasih yang mendalam.
Menepuk hati yang menghitam.
sebeb lalai berkepanjangan.

Bukti Tuhan masih sayang.
Kita tlah diingatkan.
Hati ini tak layak tertawan.
Dengannya yang menawan.

Bukti Tuhan masih sayang.
Kita masih diajarkan.
Dimana ketulusan pemberian.
Pada siapa yang didahulukan.
Untuk apa dilakukan.

Bukti Tuhan masih sayang.
Kita masih diberi kesempatan.
Untuk santun dalam tindakan.
Melawan segala bentuk rayuan.
Demi cinta-NYA yang mendalam.

0 komentar

Inilah Keputusan

Pada akhirnya kita akan tahu sampai batas mana kita akan bertahan. Sejauh kaki melangkah dan seterjal jalan yang ditapaki akan memberi tahu kita akan arti yang sebenarnya. Tidak harus menutup mata dan menutup telinga, semuanya bisa dilihat dan didengar bahkan dari hati sekalipun. 

Semua yang telah diputuskan tidak ubahnya dengan membuat jalan baru yang makin sulit di terka dan ditapaki. Mungkin pada akhirnya kita akan berlari dengan kaki kita masing-masing. Menelusuri jalan yang dipilih. Tanpa perlu menyesal dan menoleh kebelakang atas apa yang terjadi, tetapi terus bergerak kedepan walau dengan jalan yang terseok-seok.

Hanya saja yang dirasa hanya terlalu tergesa-gesa. Mungkin itu semua hanya asumsi belaka atau memeng sudah dirancang agar seperti ini. Sejauh mana kau mampu menutupi ini semua. Mataku hanya melihat caramu. Telingaku hanya mendengar rayumu. Itu semua terjadi dalam kesemuan. Tetapi mata hati ini melihat bahwa janji itu ada. 

Kini semua tlah berakhir. Kita punya cara masing-masing. Walau masih kuragu untuk itu. Tak terbesit jika kau berkata tidak dalam bibir tapi hatimu siapa yang tau. Hanya lakumu yang berbisik padaku. Bercerita betapa lemahnya aku. Kita tak jauh beda tapi mungkin beda jauh, dan kita banyak kesukaan yang sama tapi kita tak sepaham dengan yang tidak kita suka. Apapun itu, kita akan membuka lembaran baru dan Episode baru.
Jumat, 03 Mei 2013 0 komentar

Bahasaku

Hari ini saya tidak ingin berkata apa-apa.
Cukup kamu saja yang tau.
Hari saya tidak akan berfikir yang tidak-tidak.
Cukup kau yang dapat mengerti.
Hari ini saya tidak akan mencari tahu.
karena hatimu sudah disini.

Lawan mainku dalam hayal.
Lawan candaku dalam diam.
Lawan riangku dalam hening.
Lawan cahayaku dalam kelam.
 Kini kau tlah mengalahkan semuanya.

Tak pandai aku mengumpat cemburu.
Tak pandai aku membiaskan rindu.
Kini semuanya tlah tampak tanpa disengaja.
Menjabarkan segala rasa tanpa kata.
Kau mengerti.
Aku mengerti.
Hati kita apa kabarnya...??
Kamis, 02 Mei 2013 0 komentar

Sebelum Cahaya

kala hati bertabur mimpi
kemana kau pergi
kala ku tapaki perjalanan sunyi
kemana kau menepi

ingatkah engkau
sapaan embun pagi yang bersahaja 
jadi teman jiwamu sebelum cahaya
ingatkah engkau 
hembusan angin  mesra
yang membelai sayumu
masih kah kau ragu

kekuatan hati yang berpegang janji
aku akan tetap disini
ku takkan pergi meninggalmu sendiri
kan ku temani hatimu sampai nanti
Kamis, 18 April 2013 0 komentar

Kemana Dirimu 12

Tuhan tlah mengirimmu sejenak untuk berbagi. Bercerita tentang kasih dan memberi. Merangkai bait-bait nada dalam irama jiwa. Kau ajarkan aku untuk melukis dunia. Mengenalkan aku tentang warna. Tampak nyata kala bias cahaya menyapa. Semuanya saraya menari dalam gegap gempita suka cita. 
Dahulu ku tau kau tak seperti itu. Hati memang tlah memilih dan tertambat. Bukan untuk dilumat dan dihanyutkan begitu saja dalam derasnya aliran sungai. Bukan juga dalam senantiasa tegar bak karang dilautan. Kini kau tlah berubah. Atau aku yang tak mengerti dirimu seutuhnya. 
Semua ini juga punya masa. Di dalam batas ruang dan waktu kau tlah menjelma menjadi sosok yang menakjubkan. Mungkin aku tlah silau dengan sinarmu. Mungkin aku juga tlah hanyut dalam lautan prasangkaku. Pesonamu mungkin mulai memudar. Cahayamu Mungkin mulai redup. Tak cukup bagiku untuk terus melangkah dalam jalan yang remang-remang dan gelap. Butuh energi baru agar kilaunya benerang terang. Butuh generang yang menggunjang jiwa-jiwa yang mulai lemas. 
Tak harus menjadi Khalil gibran yang terselam dalam lamunan berbuah kemajnunan. Aku masih punya sayap untuk terbang. Tak perlu meranggkak dan merintih dalam perih berkapanjangan. Bukan juga untuk menghukumi diri. Kekuatan sebuah keyakinan yang harus diperjuangkan.
Minggu, 07 April 2013 0 komentar

TANYA

kenapa?
mengapa?
kata terus mengusik. rasa terus tercabik.
tak ada yang tau.
tak ada yang mau tau.
yang tau tak memberi tau.
 yang mencari tau jadi bisu.
apalagi yang tak tau.

kenapa?
mengapa?
masih sepi.
masih sunyi.
gelap menyelimuti.
terus menutup mata sampai mati.

kenapa?
mengapa?
tak terdengar lagi.
sampai 3 dekade nanti.
karena kata itu telah pergi.
mentari sudah datang lagi.
Selasa, 26 Februari 2013 1 komentar

Utas rasa

Dalam vektor kau bawa pesan sukma.
Hinggap di seberang  mata.
Stilet kau tusukan tepat di dada.
Menembus hati menebar rasa.

Partikel yang tak tampak.
Menyeruak dan mengoyak.
Kini jiwa mulai terbajak.
Dalam sandi-sandi yang sukar dilacak.

Mungkin hanya dua utas.
Ataupun hanya satu utas.
Yang kini mulai meretas.
Layaknya padi yang mulai ber 'nas.

Baik litik maupun lisogenik.
Kau mengklon diri dalam sedetik.
Sulit untuk menampik.
Infeksi rasa yang sistemik.

12.
Minggu, 24 Februari 2013 0 komentar

kesadaran


Perjalan yang selama ini saya alami membuat saya sadar akan hakekat berislam secara kaffah. Belajar mengimani, memahami dan mengamalkan sedikit demi sedikit ilmu yang baru didapat.  Walaupun pada kenyataanya masih banyak yang labil disana sini.
Tuhanlah yang memberiku jalan sehingga bertemu denganmu dan mengenal keluargamu. Hal yang sangat mustahil jika itu sebuah kebetulan. Darimu dan keluargamu saya belajar banyak, karena itulah saya membatasi diri agar kita semua tetap berusaha menjadi fitrah.
Bukan sebuah kemungkaran malah sebuah kebaikan jika selalu menyambung silaturahmi. Yang menjadi permasalahan adalah jika sudah terpaut dengan hati, sehingga terlalaikan arti sebuah silaturahmi itu sendiri.
Saya bukan malaikat yang terlepas dari dosa, hanyalah manusia biasa yang sedang belajar untuk membahagiakan Tuhan. Apa yang saya lakukan sejatinya untuk menjadi pantas dihadapan Tuhan.
Kalaulah pergaulan ini terasa sangan rumit maka dengan segala keterbatasan alangkah lebih baik untuk menjaga diri.
Kebersihan yang saya pelajari dari islam menuntut saya untuk menjaga kesucian kepada siapa saya berperilaku.
Maka dengan sangat menyesal dan penuh rasa bersalah saya meninta maaf  atas semuanya  baik yang dilakukan secara serampangan maupun secara sistematik.

"apa yang disukai belum tentu itu baik dan apa yang dibenci belum tentu itu buruk, Tuhanlah yang maha mengetahui".
Semoga kita selalu dijaga dari api neraka dan selau didekatkan dengan  wewangian syurga.
 
;