Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Ruang
ligkup ibadah sangatlah luas. Mulai dari ibadahnya seorang hamba dengan Sang
Pencipta, hubungan ibadah antara sesama manusia dan ibadah antara manusia
dengan lingkungan. Secara keseluruhan ibadah ini untuk menempatkan manusia
sebagai khalifah di muka bumi sebagai mana mestinya.
Tiga
sub besar dari ibadah tersebut harus berjalan secara berkesinambungan dengan
tujuan akhir mendapatkan keridhoan dari Sang Maha Pencipta. Akan tetapi, pada
umumnya manusia masih pincang dalam menjalankan ibadah yang seharusnya
dilakukan oleh seorang hamba. Ibadah kepada lingkungan adalah hal yang paling
sering ditinggalkan. Dampak dari kelalaian ini sudah sudah kita rasakan dari
jauh-jauh hari. Berbagai bencana alam yang melanda tidak ubanya adalah dari
campur tangan manusia. Oleh karenanya sebagai manusia sudah semestinya untuk
menjalankan ibadah kepada lingkungan.
Gerakan
100 ribu selamatkan sawah rakyat program dari Sinergi Fondation-Dompet Dhuafa
Jawa Barat, merupakan salah satu contoh dari ibadah kepada lingkungan. Program ini
ditujukan untuk menyelamatkan lahan-lahan sawah produktif dari alif fungsi
lahan dan untuk menciptakan lumbung desa sehingga kedaulatan pangan Indonesia dapat
terselamatkan.
Lahan
sawah yang produktif untuk pertanian terutama di Jawa Barat berangsur-angsur
mulai menipis. Jawa Barat yang memiliki tingkat kesuburan tanah cukup tinggi
jika dibandingkan dengan wilayah lain sekarang mulai ramai-ramai ditimbun untuk
ditumbuhi beto-beton pemukiman, jalan dan bangunan lainnya. Investasi yang
mahal yang dibangun system pengairan/drainase, system pertanian, system peternakan
pada masa penjajahan Belanda sampai pemerintahan Soeharto seakan tidak ada
artinya. Sebaliknya pemerintah harus kembali berinvestasi yang mahal untuk
menyuburkan lahan-lahan miskin unsur hara untuk dijadikan lahan pertanian baru.
Dengan gerakan 100 ribu selamatkan sawah rakyat ini, diharapkan dapat
mengurangi laju konversi lahan yang tinggi.
Laju
pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berbanding lurus dengan laju konsumsi
kebutuhan pokok. Pada masa Nabi Yusuf kita sudah diajarkan bagaimana mengelola
alam untuk memenuhi kebutuhan penduduk pada masa itu yang akan dilanda musim
peceklik selama tujuh tahun. Seharusnya sejarah ini dapat menjadi cermin agar
kita mampu menempatkan alam sebagaimana mestinya.
Jika
manusia tidak cermat dalam mengelola alam maka akan terjadi kerusakan dimana-mana.
Alam akan menjadi tidak seimbang lagi karena ada rantai kehidupan yang
terputus. Bencana yang datang silih berganti seharusnya menjadi pukulan telak
bagi manusia untuk kembali memperhatikan alam.
Kerusakan
yang tampak tidak hanya terjadi di lahan sawah saja tetapi juga di dataran
tinggi dan di hutan. Pegunungan yang mulai gundul merupakan ancaman terhadap
berbagai bencana yang akan menimpa, mulai dari tanah longsor, banjir, dan
kekeringan. Oleh karenanya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) melalui anak
perusahaannya yaitu BUMN Hijau Lestari (Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau
Lestari) melakukan penghijauan dilahan milik masyarakat. Konsep yang dijalankan
adalah Agroforestri yaitu bertani di hutan dengan konsep 5 F yaitu Food
(makanan), Fuel (energy). Food (pakan ternak), Fertilizer (pupuk) dan Farmasi
(tanaman obat). Konsep ini cukup terintegrasi mulai dari lemabaga keuangannya,
sumber daya alamnya, sumber daya manusianya dan pasarnya.
Dalam
Alqur’an surat As-Syuro ayat 128-129 : “Apakah
kamu mendirikan pad tiap-tipa bukit bangunan untuk bermain-main. Dan kamu
membuat bangunan dengan maksud kalian akan kekal”. Prof. Maman Abdurrahman menyampaikan
bahwa Alqur’an telah mengingatkan agar tidak merusak lingkungan. Ia memisalkan
dengan larangan mendirikan bangunan di atas bukit dan gunung karena dapat mengurangi
daerah resapan air dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan rusaknya sumber
air.
Islam
telah mengajarkan untuk mencintai lingkungan. Dalam setiap kehidupan manusia
tidak akan terlepas dari peran penting lingkungan. Karenanya menjaga lingkungan
menjadi wajib hukumya bagi setiap muslim yang ada. Dalam Hadist Rosululloh
bersabda : seandainya kiamat tiba dan
pada tangan seseorang daripada kamu ada sebatang anak kurma, maka hendaklah ia
tanpa berlengah-lengah lagi menanamnya’ (Hadist Riwayat Ahmad). Maka mulai
dari sekarang, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri kita hijaukan
alam, hijaukan alama semesta, tumbuh suburkan ibadah kita kepedaNya.
Bak bunga yang
mulai merekah, wanginya menyeruak kesegala arah, keindahannya memanjakan mata hingga menyentuh kalbu, menarik kumbang-kumbang untuk datang mencicipi
kesegaran madu di dalamnya. Begitulah yang dirasa kala bunga islam kian merekah
di tanah Eropa. Keharuman islam yang menyeruak memanjakan para penikmatnya,
keindahan laku para pemeluknya menjadi warna mahkota islam yang kian menawan. Islam
saraya bunga bergelimang madu bagi para pengikutnya untuk mengobati segala kehausan,
menjawab segala keraguan, memberikan petunjuk pada jalan yang terang.
Merekahnya islam
di tanah Eropa diawali dari insiden 11 Sepetember 2001. Robohnya dua gedung
kembar WTC yang digadang-gadang disebabkan oleh aksi terorisme. Preside Amerika
pada saat itu, GW Bush menyatakan “Perang terhadap terorisme” yang tidak lain
isu ini diarahkan pada umat islam. Peristiwa robonya dua gedung kembar WTC ini
menjadi gerbang dikenalnya islam di Barat. Masyarakat internasional sayup-sayup
mulai mendengar nama islam. Banyak orang yang bertanya-tanya tentang islam dan
apa yang sebenarnya yang islam ajarkan kepada para pemeluknya.
Mereka mulai
mencari-cari tentang islam untuk mengobati rasa penasaran mereka. Atas hidayah
dan pertolongan Allah, tak sedikit dari mereka mulai mengenal islam dan jatuh
cinta pada islam hingga akhirnya bersyahadat. Masyarakat internasional yang
memutuskan untuk memeluk islam kian hari bertambah banyak. Perkembangan umat
islam di Eropa pada abad 21 ini memang sangat mencengangkan.
Semerbak wangi Islam
di Amerika kian menyeruak. Hasil dari survey ‘Muslim Demografi’ pada tahun 2008
menyatakan bahwa jumlah penduduk Amerika yang memeluk agama islam lebih dari 9
juta orang. Padahal pada tahun 1970 penduduk muslim di Amerika hanya sekitar
100 ribu orang. Islam masuk ke Negara Amerika ini pada abad ke-19 (1875 dan
1912). Islam dibawa oleh imigran Timur Tengah dan pada tahun 1947-1960 terjadi
peningkatan jumlah muslim yang datang ke Amerika yang berasal dari Negara-negara
di luar Timur tengah. Hasil riset Pew
Research pada tahun 2007, muslim di Amerika dua pertiganya adalah keturunan
asing dan selebihnya adalah berasal dari penduduk asli serta keturunan Afro
Amerika.
Keharuman islam
pun kembali merekah di Inggris. Islam menjadi agama yang mengalami pertumbuhan
tercepat daripada agama lain. Menurut data statistic yang dilansir pada situs
pemerintahan Inggris yaitu www.ons.gov.uk,
persentase peningkatan umat islam mencapai 1,8% sementara hindu 0,4%, sikh
0,2%, budha 0,1%. Sementara agama Kristen yang menjadi agama mayoritas justru
turun 11%. Total jumlah penduduk muslim di Inggris pada tahun 2011 mencapai 2,7
juta, hal ini yang membuat islam menjadi agama terbesar ke dua di Inggris.
Kuncup-kuncup
bunga islam pun mulai bertebaran di tanah Jerman. Peningkatan jumlah masjid
yang dibangun menandakan peningkatan jumlah pemeluk agama islam. Sejalan dengan
peningkatan jumlah masjid yang berdiri, tingkat kekerasan dan perusakan
terhadap masjid pun kian marak. Tetapi hal ini tidak akan menghalangi bertebarannya
wewangian islam kepenjuru Jerman. Sampai saat ini jumlah muslim di Jerman
mencapai 3,2 juta orang dan akan bertambah seiring waktu.
Di Prancis,
keharuman islam kian merebak. Negara yang menjadi pusat mode dunia ini tak
luput dari keharuman bunga islam yang kian merekah. Hari demi hari, tahun berganti
tahun, di berbagai sudut Prancis semakin diselimuti mewangian islam. Islam yang
dibawa oleh para imigran dari afrika ini kian merebak di kota mode ini. Banyak warga
pribumi berbondong-bondong memeluk islam. Umat muslim di Prancis diperkirakan
sudah mencapai 5 juta, dan setiap tahunnya bertambah. Pada tahun 2012, menurut
hasil penelitian think tank angka
mualaf baru tiap tahunnya berkisar antara 5000 mualaf di Prancis.
Keharuman islam
pun mulai bertebaran di tanah Rusia. Pasca runtuhnya rezim Uni Soviet pada decade
80an, benih-benih islam mulai tumbuh subur dan berkembang dengan pesat. Geliat islam
di abad 21 semakin membuncah. Berbagai komunitas muslim mulai bermunculan dan
masjid-masjid kian bertebaran. Umat islam di Rusia ini mencapai 25 juta yang
tersebar di seluruh daerah di Rusia.
Begitu halnya di
Belanda. Merekahnya bunga islam di Negeri Seribu Kanal ini semakin mempesona. Keharumannya
mulai bertebaran kemana-mana. Sampai saat ini 6% yaitu sekitar 1 juta dari
penduduk Belanda memeluk islam. Jumlah penduduk muslim melesat dengan tajam dan
hal ini berbanding lurus dengan perkembangan sarana ibadahnya.
Benih-benih
islam mulai berkecambah di tanah Eropa. Perlahan tapi pasti benih islam tumbuh
dan berkembang dengan sangat pesat. Akar-akarnya mulai menghujam dengan dalam,
batang-batangnya mulai bercabang dan beranting hingga daun bermunculan
merimbuni dan memberikan keteduhan. Di beberaa daerah ada yang mulai berbunga,
merekah islamnya, menebarkan hearumannya, hingga banyak yang mencarinya. Walaupun
tidak sedikit yang berusaha membabatnya, menghalanginya untuk tumbuh, tapi atas
izin dan hidayah dari Allah bunga-bunga islam ini kian bertebaran, berhamburan,
dan tumbuh dimana-mana.
inilah sepenggal fakta bahwa islam kian diminati bagi para pencari kebenaran hakiki.
Kaum laki-laki atau
yang lebih akrab disebut dengan kaum adam ini mempunyai keunikan tersendiri
dibanding dengan kaum hawa atau kaum wanita. Keunikannya adalah bahwa kaum adam
ini nantinya akan mengalami kepunahan atau paling tidak jumlah dari kaum adam ini
akan semakin sedikit. Hal ini bukan dikarenakan kaum adam lebih suka dalam zona
bahaya yang biasa kita sering dengar lebih banyak yang mengikuti perlombaan
peperangan sehingga banyak dari kaum adam yang terbunuh melainkan ditinjau dari segi
molekuler yang dimiliki kaum adam.
Provesor Jenny
Graves, ilmuan terkemuka asal Australia ini mengungkapkan laki-laki akan punah
dalam kurun waktu lima juta tahun mendatang dan proses menuju kepunahan ini
sekarang telah berlangsung. Ilmuan ini menjelaskan penyebabnya adalah kromosom
yang dimiliki oleh laki-laki.
Bagi yang
berkecimpung di dunia molekuler, kedokteran dan sejenisnya pernyataan pak
Graves ini patut dicermati lebih dalam lagi. Pak Graves menjelaskan, perempuan
itu mempunyai sepasang kromosom X yang masing-masing mengandung 1.000 gen
sedangkan pada laki-laki hanya mengandalkan satu kromosom Y dengan 1.000 gen.
selama ratusan juta tahun, gen-gen tersebut mengalami penyusutan dan sekarang
pada laki-laki modern yang tersisa kurang dari 100 gen, salah satunya adalah
gen SRY yang katanya gen ini dapat menentukan apakah embrio dapat berkelamin
laki-laki atau perempuan. Penyebabnya adalah jika terjadi kerusakan pada
kromosom Y maka kromosom Y ini tidak dapat memperbaiki dirinya sebaliknya jika
pada kromosom X kromosm ini dapat memperbaiki dirinya jika mengalami kerusakan
walhasil dapat diperhitungkan jumlah kromosm X yang kemungkinan bertahan jauh
lebih besar daripada kromosom Y. Artinya adalah wanita dalam soal kromosom jauh
lebih jago daripada laki-laki sehingga nantinya jumlah mereka jauh lebih banyak
daripada laki-laki.
Bagi kaum adam
jangan takut dulu, kata pak prof. Robin Lowell-Bandge, pakar kromosom dari
National Institute for Medical Research, london, Inggris. Kepunahan kaum
laki-laki ini masih lama ko. Kromosom Y akan benar-benar kehilangan gen-gen di
dalamnya paling tidak dalam jangka waktu 25 juta tahun mendatang, jadi masih
banyak waktu untuk para ilmuan untuk mencari solusi akan masalah ini. Untuk tahun sekarang perbandingan antara laki-laki dan perempuan masih relatif aman.
Perbandingan laki-laki dan perempuan masih tidak terlalu jauh. Lihat saja
disini http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=area&info1=7&asc=DESC
Dan ternyata jauh
sebelum berkembangnya ilmu tentang molekuler yang membedah segala hal tentang
kromosom, di agama islam telah menuliskan fenomena ini jauh-jauh hari. Hal ini disinggung pada sebuah hadist yang
menjelaskan akan tanda-tanda akhir zaman.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda :
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ
أَنْ يَقِلَّ اْلعِلْمُ وَيَظْهَرَ الجَهْلُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَتَكْثرَ
النِّسَاءُ وَيَقلَّ الرِّجَالُ حَتَّى يَكُونُ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً
القَيِّمُ اْلوَاحِدُ
“Di antara tanda-tanda dekatnya hari
Kiamat adalah sedikitnya ilmu (tentang Ad-Dien), merajalelanya
kebodohan dan perzinahan, dan sedikitnya kaum laki-laki, sehingga lima
puluh orang wanita hanya terdapat satu orang pengurus (laki-laki) saja” [HR. Al-Bukhari no. 81 – tartib maktabah sahab, Muslim no. 2671, dan At-Tirmidzi no. 2205].
Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata :
“Menurut dhahirnya, hal ini merupakan pertanda semata-mata, bukan karena sebab lain. Bahkan Allah mentaqdirkan bahwa akhir jaman nanti sedikit sekali orang yang melahirkan anak laki-laki dan banyak melahirkan anak perempuan. Dan banyaknya kaum wanita yang merupakan salah satu pertanda telah datangnya hari kiamat itu sangat relevan dengan merajalelanya kebodohan dan dihilangkannya ilmu (tentang Ad-Dien)” [lihat Fathul-Bari oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar 1/179 – penjelasan hadits no. 81].
والظاهر أنها علامة محضة لا
لسبب آخر بل يقدر الله في آخر الزمان أن يقل من يولد من الذكور ويكثر من
يولد من الإناث وكون كثرة النساء من العلامات مناسبة لظهور الجهل ورفع
العلم
“Menurut dhahirnya, hal ini merupakan pertanda semata-mata, bukan karena sebab lain. Bahkan Allah mentaqdirkan bahwa akhir jaman nanti sedikit sekali orang yang melahirkan anak laki-laki dan banyak melahirkan anak perempuan. Dan banyaknya kaum wanita yang merupakan salah satu pertanda telah datangnya hari kiamat itu sangat relevan dengan merajalelanya kebodohan dan dihilangkannya ilmu (tentang Ad-Dien)” [lihat Fathul-Bari oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar 1/179 – penjelasan hadits no. 81].
karena itulah kaum
muslimin tidak merasa kaget dan terheran-heran lagi jika pada suatu saat nanti
jumlah laki-laki akan lebih sedikit dari pada wanita. Apakah ini hanya
kebetulan saja.
manusia yang mengenal dirinya pasti akan mengenal Tuhannya.
manusia yang mengenal dirinya pasti akan mengenal Tuhannya.
Untuk kali ini kita
akan sedikit mengulas lagi beberapa pesan-pesan yang patut kita cermati dan
kaji lebih dalan dari 10 pesan yang disampaikan untuk mencapai sebuah peradaban
besar. Merebut kembali kejaan islam yang kian pudar, kembali dirangkai dan mulai
membingkai agar tidak kembali tercerai berai.
Disini kita akan
membahas 3 wasiat atau pesan terlebih dahulu. Tiga wasiat ini saya tulis hanya
dalam satu garis.
- Tujuan
Tujuan
disini menjadi hal yang paling penting dan krusial. Tujuan yang melenceng akan
memecah belah sebuah organisasi atau gerakan. Tujuan disini yang lebih
ditekankan adalah tujuan hanya mengharap ridho Allah SWT. Jika tujuan ini
sudah terpatri dalam diri maka tidak akan ada kecemburuan mengenai pangkat,
harta, maupun hal-hal yang menyangkut tentang kekayaan semata. Tujuan yang
lurus ini akan membawa pada kemenangan hakiki. Akan banyak ujian yang datang
ketika segala sesuatunya ditujukan untuk mendapat ridho Allah SWT. Banyak dari
kita yang berkecimpung dijalan ini akan berguguran satu persatu. Bukan gugur
karena sudah habis nafas sehingga tak mampu bergerak melainkan gugur karena
niat sudah kabur dan luntur lantaran tergiur dengan kenikmatan dunia yang
sangat menghibur.
- Harta dan nyawa
Pengorbanan
terbesar dan terberat umat manusia adalah keika dihadapkan pada pilihan harta
dan nyawa. Bergabung dan memperjuangkan sesuatu yang benar maka lawannya pun akan
seimbang. Beberapa pelajaran dari perjuangan para sahabat dahulu menjadikan
cermin pada diri kita sudah sejauh mana cobaan yang menimpa pada diri kita.
Bilal bin Rabbah seorang budak telah mempertaruhkan jiwanya hanya karena
meyakini bahwa tuhan itu satu sampai tuannya saja sudah tak tau lagi harus
memberi siksaan apalagi terhadapnya untuk merubah pendiriannya. Selain itu juga
ketika para sahabat diminta untuk berhijrah ke madinah, para sahabat inipun
meninggalkan semua harta bendanya tak dibawa sedikitpun. Mereka semua yakin
bahwa yang diperjuangkan atas kebenaran akan membawa kemaslahatan bagi umat.
Maka harta dan nyawa menjadi taruhan yang krusial dan akan banyak sekali
orang-orang yang berguguran karena masih lemahnya keyakinan yang ia
miliki.
- Pengorbanan dan kesetiaan
Pengorbanan
dan kesetiaan cerminan dari loyalitas dengan derajat yang tinggi. Jika ini
sudah ada pada diri setiap jundi maka
akan terlahir sebuah narasi yang serasi dengan jalan ilahi. Seseorang yang mau
berkorban sejatinya orang tersebut sudah benar-benar jatuh cinta dan mengetahui
seluk beluk dari apa yang dicintainya. Kesetiaan yang menjadi selai setiap
pergerakan akan mengarah pada ketercapaian tujuan ilahiah yang tak pernah
berubah. Dua sejoli pengorbanan dan kesetiaan ini akan sangat terpatri dalam
iringan ujian yang datang silih berganti.
Negara yang mulai
kering akan pemimpin yang berkarakter membawa sebuah bangsa dalam ambang
kehancuran. Sandangan kekuasaan melalaikan para pemimpin sehingga mudah
tertidur malihat rakyat yang sekarat. Rongrongan bangsa lain menggerogoti
pondasi negeri tak kuat lagi untuk dibasmi. Kelumrahan dalam korupsi, kewajaran
dalam kecurangan dan keanehan berbuat kebenaran menjadi santapan di bumi
pertiwi.
Degradasi moral
merajalela tanpa kendali. Praktek-praktek korupsi telah terpatri tanpa
disadari. Tindak criminal jadi tontonan sehari-hari. Dari jual beli orang
sampai aborsi. Kong kalikong hukum dari petani sampai politisi. Halal haram
sudah tak tau lagi. Mau dibawa kemana bangsa ini.
Tidakkah kita
belajar dari penjajah dahulu yang hancur karena praktek haram ini. Apakah bangsa
ini masih menutup mata. Masih dininabobokan dengan lagu memuji kekayaan bangsa
sendiri. Apakah bangsa ini hanya bangun pada tahun 1945 saja. Apakah kita benar-benar
masih tertidur pulas, sampai kita merasa malas dan tak mau membersihkan
kutu-kutu yang makin beribu jumlahnya.
Bangsa ini sudah
miskin. Kekayan alam sudah tak ada lagi. Kekayaan dilelang kesana kemari. Anak negeri
tak ada yang menikmati. Budi pekerti bangsa ini sudah tak tau kemana dia pergi.
Belum ada sosok pemimpin yang membawa bangsa ini keluar dari keruwetan yang
terjadi. Pemimpin yang membangunkan bangsanya sendiri.
Bangsa ini dapat
belajar dari kepemimpinan yang dicontohkan para Rosul dan sahabat. Bagaimana mereka
mengelola suatu Negara sehingga dapat makmur sentosa. Nabi Muhammad SAW telah
mencontohkan kesederhana berperilaku bagi pemimpin, keadilan membagikan
ghanimah dan zuhudnya terhadap pernak pernik dunia. Nabi Muhammad SAW yang
mempunyai kekuasaan yang sangat luaspun tidak mau merubah rumahnya yang
sederhana. Bahkan alas tidur Beliaupun hanya dengan tikar kasar sehingga
berbekas pada bagian tubuh. Pemimpin yang sangat sederhana, bijak, adil dan
sangat dicintai para pengikutnya. Kepemimpinan yang dicontohkan Rosullullah
sangatlah lengkap dan tak akan habis-habisnya untuk mengulas kepemimpinannya.
Abu Bakar
Assidiq khalifah pertama setelah wafatnya Rosullullah telah mengajarkan arti
pemimpin. Pemimpin umat muslim pada masa kekhalifahan ini memberikan contoh
pelayanan kepada masyarakat. Khalifah Abu Bakar selalu memberikan pelayanan
istimewa kepada masyarakat yang tinggal di lorong-lorong dan tempat-tempat
kumuh. Setiap hari mengunjungi, mengolah dan memasakan makanan bagi anak-anak
yatim dan para janda. Abu Bakar juga mencontohkan Keadilan dan ketegasan dalam
memberantas orang-orang yang murtad dan meninggalkan zakat. Kedekatan Abu Bakar
kepada masyarakat membuat masyarakat sangat mencintainya.
Umar bin Khattab
khalifah kedua ini mengajarkan para pemimpin untuk selalu mementingkan urusan
masyarakat. Khalifah yang sederhana dalam berpakaian dan makanan. Makanan belian
hanya roti kasar dengan minyak dan daging yang kering. Pakaian yang digunakan
beliaupun banyak tambal sulamnya. Umar bin Khattab bisa tidur dimana saja
bahkan dibawah pohon kurma sekalipun. Pemimpin kaum muslimin ini selalu blusukan
kesudut-sudut kota dan penjuru negeri. Khalifah Umar bin Khattab sangat
disegani baik kawan maupun lawan.
Contoh kepemimpinan
muslim selanjutnya adalah Utsman bin Affan. Kepemimpinannya mengajarkan
kedermawanan. Kekayaan yang dimiliki tidak membuatnya terlena bahkan menjadi
mulia di mata Allah SWT. Ketangkasan, kecerdasan dan kepiawayannya menjadi pendobrak
islam sampai tiga benua yaitu Asia, Eropa dan Afrika.
Pada kekhalifahan
Ali bin Abi Tholib mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi tempat
masyarakat meminta pendapat dan memecahkan masalah. Khalifah Ali bin Abi Tholib
adalah gerbang ilmu bagi umat islam. Kepemimpinan yang cerdas, adil, tegas,
biijak dan arif ini menjadi hal yang menonjol pada kekhalifahannya.
Para pemimpin
setidaknya menjadikan contoh pemimpin-pemimpin islam legendaris tersebut dalam
segala tindak lakunya. Berusaha selalu bijak dalam segala langkah yang diambil.
Sederhana baik dalam segala hal dan mau menjadi pelayan masyarakat. Tidak terlena
dengan pernak-pernik dunaiwi. Selalu mementingkan urusan-urusan masyarakat.
Negeri yang
krisis pemimpin ini tidak akan bertahan lama lagi. Contoh para pemimpin
legendaris ini menjadi tuntunan bagi para pemimpin yang baru. Negeri ini akan
bangkit dengan pemimpin-pemimpin yang dekat dengan karakter yang telah
dicontohkan Rosul dan para sahabatnya. Cepat atau lambat negeri ini akan bangun
dan mengejar segala ketertinggalan. Merapihkan segala sesuatu yang tercerai
berai dan menghimpunnya menjadi sebuah kekuatan jamaah dalam maraih ridho-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)






- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact